Aksara Jawa


Oke teman-teman, kali ini aku mau ngepost tentang aksara jawa.
apa itu aksara jawa? aksara jawa adalah adalah salah satu aksara tradisional Nusantara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan sejumlah bahasa daerah Indonesia lainnya. Aksara Jawa umum diurutkan dengan urutan Hanacaraka, yaitu mengacu pada lima aksara pertama. Urutan tersebut membentuk sebuah puisi atau pangram 4 bait yang.......




menceritakan tentang tokoh Aji Saka dan legenda terciptanya aksara Jawa. Urutan tersebut: 
  Berkas:Hanacaraka legend 1.png
                             Hana Caraka
                       Terdapat dua utusan
       
 Berkas:Hanacaraka legend 2.png             
                               Data sawala
                     Mereka berbeda pendapat

Berkas:Hanacaraka legend 3.png
                             Padha jayanya
                   Mereka berdua sama kuatnya  

Berkas:Hanacaraka legend 4.png
                               Maga bathanga
                         Inilah mayat mereka

Aksara Jawa juga dapat disusun dengan urutan Kaganga yang mengikuti kaidah Sanskerta Panini, sehingga memiliki paralel dengan urutan aksara-aksara India lainnya. Urutan ini dipakai dengan mengacu pada aksara-aksara Jawa Kuno pada periode Hindu-Buddha, dan sekarang dipakai sebagai urutan aksara Jawa dalam Unicode. Dengan urutan ini, setiap aksara dapat mewakili bunyi unik yang digunakan dalam bahasa Jawa kuno.

Pada aksara jawa, terdapat Sandhangan dan pasangan. Sandhangan adalah sejenis aksara yang tidak dapat berdiri sendiri, melainkan merupakan tanda diakritik yang selalu digunakan bersama dengan aksara dasar.
Jika aksara Jawa lebih bersifat silabis (kesukukataan), bagaimana aksara jawa bisa menuliskan huruf mati? Hal ini bisa dijawab dengan adanya pasangan. Pasangan memiliki fungsi untuk menghubungkan suku kata yang tertutup (diakhiri konsonan) dengan suku kata berikutnya. Contoh: kata "aksara" yang bila dipisahkan menurut silabiknya adalah "ak", "sa", dan "ra". Suku kata yang pertama suku kata "ak". Untuk menuliskan "ak" ini pertama-tama adalah dengan menuliskan aksara "ha" terlebih dahulu. Kemudian menuliskan aksara "ka" Untuk mematikan vokal "a" pada "ka", maka kita harus menuliskan bentuk pasangan "sa". Terus lanjut menulis aksara "ra".
              
            Sandhangan
                Pasangan

Aksara jawa juga dapat untuk menulis angka dan huruf vocal.
Aksara Jawa sampai sekarang masih diajarkan di sekolah-sekolah wilayah berbahasa Jawa seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta, sebagai bagian dari muatan lokal kelas 3 hingga 5 SD.Walaupun demikian, penggunaan sehari-hari, seperti dalam media cetak atau televisi, masih sangat terbatas dan terdesak oleh penggunaan aksara Latin yang lebih mudah diakses. Beberapa surat kabar dan majalah lokal memiliki kolom yang menggunakan aksara Jawa. Namun selain itu, usaha-usaha revivalisasi hanya bersifat simbolik dan tidak fungsional, seperti pada penulisan nama jalan. Salah satu penghambatnya adalah tidak adanya pengembangan ortografi dan tipografi aksara, serta digitalisasi komputer yang sulit dilakukan karena kompleksitas aksara Jawa.

Aksara Jawa yang dipakai pada papan nama jalan di Surakarta.

Selain untuk menulis bahasa jawa, aksara jawa ini juga dapat digunakan untuk menulis bahasa sunda dan bahasa bali, tetapi keduanya tidak menggunakan huruf dha dan tha.
Karena sifatnya yang fonetis, aksara Jawa dapat dipakai untuk menulis bahasa Indonesia dan kata serapan bahasa asing. Hal ini dapat dilihat pada tempat-tempat umum di wilayah berbahasa Jawa, terutama di Surakarta, Yogyakarta dan sekitarnya. Kata dari bahasa asing ditulis sebagaimana kata tersebut diucap, bukan berdasarkan pengejaannya. Sebagai contoh, "Solo Grand Mall" ditransliterasikan menjadi aksara jawa yang secara harfiah ditransliterasikan kembali menjadi "solo gren mol".
Contoh aksara jawa yang sering kita temui: